RSUD Hadji Boejasin Pelaihari Dijajaki Jadi Tempat Praktik Dokter Spesialis Penyakit Dalam ULM

oleh -34 Dilihat
oleh
RSUD Hadji Boejasin
CEK : Tim Visitasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengecek sarana dan prasarana di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

Ayobanua.com, Pelaihari – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari mendapat kunjungan Tim Visitasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Sabtu (23/5/2026).

Tim visitasi terdiri dari dr. Abimanyu, Sp.PD, K-GEH, FINASIM, dr. Djallalluddin, M.Kes, PKK, Sp.PD, K-KV, FINASIM, serta Dr. dr. Muh. Darwin Prenggono, Sp.PD, K-HOM, FINASIM beserta jajaran.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penjajakan RSUD Hadji Boejasin sebagai lokasi praktik pendidikan dokter spesialis penyakit dalam.

Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran ULM, dr. Abimanyu, mengatakan saat ini ULM memiliki program pendidikan spesialis penyakit dalam, baik spesialis maupun subspesialis. Karena itu, diperlukan perluasan lahan praktik bagi para peserta didik.

“RSUD Hadji Boejasin dipandang memiliki jumlah kasus penyakit dalam yang banyak, kemudian sarana dan prasarananya juga lengkap. Jadi menurut kami layak dijadikan sarana pendidikan dokter spesialis penyakit dalam,” ujar Abimanyu.

Ia menjelaskan, selama ini praktik pendidikan PPDS dilakukan di rumah sakit utama RSUD Ulin Banjarmasin dan beberapa rumah sakit satelit seperti RS Ansari Saleh, RS Sultan Suriansyah Banjarmasin, RS Seruyan Kalimantan Tengah, dan RS Ratu Zalecha.

“Kalau ada tambahan satu rumah sakit lagi tentu lebih baik,” katanya.

Dari hasil evaluasi sementara, pihaknya menilai RSUD Hadji Boejasin layak dijadikan tempat praktik pendidikan dokter spesialis.

“Nanti jumlah mahasiswa yang praktik akan disesuaikan dengan kapasitas rumah sakit,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, dr. Sigit Prasetya Kurniawan, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta PPDS akan berdampak positif terhadap peningkatan layanan kesehatan di rumah sakit.

“Ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami karena RSUD Hadji Boejasin dipilih sebagai salah satu rumah sakit yang nantinya menjadi tempat pendidikan dokter spesialis penyakit dalam,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan dokter peserta PPDS akan membantu meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, hingga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan bisa segera terealisasi tahun ini,” katanya.

Saat ini, RSUD Hadji Boejasin memiliki tiga dokter spesialis penyakit dalam. Dengan jumlah pasien rawat jalan yang mencapai sekitar 80 orang per hari dan lebih dari 100 pasien termasuk rawat inap, keberadaan peserta PPDS dinilai akan sangat membantu pelayanan.

“Kalau ada tambahan dokter peserta spesialis, tentu pelayanan akan lebih cepat, waktu tunggu pasien berkurang, dan pemeriksaan bisa lebih detail,” pungkasnya.