Ayobanua.com, Pelaihari – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari melalui Bidang Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) melaksanakan sosialisasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) atau Neo Screen bagi neonatus, Kamis (12/2/2026), bertempat di Ruang Mutiara RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
Kegiatan ini diikuti oleh para orang tua dan keluarga pasien serta dihadiri pegawai RSUD Hadji Boejasin. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dini hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir guna mencegah keterbelakangan mental akibat kekurangan hormon tiroid.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu pegawai RSUD Hadji Boejasin, Marliyah, memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) atau Neo Screen pada seluruh bayi yang baru lahir.
Ia menjelaskan bahwa hipotiroid kongenital merupakan kondisi kurangnya hormon tiroid sejak lahir yang apabila tidak terdeteksi dan tidak ditangani secara dini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk keterbelakangan mental.
“Seluruh bayi harus dilakukan skrining. Tidak hanya bayi yang lahir di rumah sakit, tetapi juga bayi yang lahir di luar rumah sakit tetap bisa diperiksakan di fasilitas kesehatan. Semua fasilitas kesehatan bisa melaksanakan pemeriksaan ini,” ujarnya.
Marliyah menegaskan bahwa skrining ini sangat penting sebagai langkah pencegahan agar bayi yang terdeteksi dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat sejak dini.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pihak RSUD Hadji Boejasin berharap para orang tua semakin sadar akan pentingnya skrining hipotiroid kongenital, sehingga seluruh bayi mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa resiko gangguan akibat kekurangan hormon tiroid.








