Direktur Baru RSUD Hadji Boejasin Klarifikasi Aksi Penipuan Catut Namanya

oleh -9 Dilihat
oleh
Penipuan
IMBAU : Pihak RSUD Hadji Boejasin Pelaihari mengambil langkah cepat dengan membuat informasi terkait nama direktur baru yang dicatutu untuk melakukan penipuan

Ayobanua.com, Pelaihari – Baru sehari usai resmi dilantik oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, Direktur RSUD Hadji Boejasin, dr. Sigit Prasetia Kurniawan, Sp.PD, K-HOM, FINASIM, menjadi sasaran pencatutan identitas oleh oknum pelaku penipuan digital.

Pelantikan dr. Sigit berlangsung di Aula Sarantang Saruntung pada Selasa (12/5/2026). Namun tak lama setelah itu, namanya digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan modus penipuan dengan meminta sejumlah uang kepada masyarakat.

Kasus tersebut terungkap melalui unggahan di media sosial resmi RSUD Hadji Boejasin, yakni Instagram dan TikTok @rsudhadjiboejasin serta Facebook RSUD Hadji Boejasin.

Dalam unggahan itu, pihak rumah sakit turut menampilkan tangkapan layar nomor WhatsApp +62 813-1338-7726 yang diduga digunakan pelaku dengan mengatasnamakan dr. Sigit guna meyakinkan calon korban.

Pelaku diketahui menghubungi korban menggunakan sapaan formal sebelum akhirnya mengarah pada permintaan bantuan dana atau keperluan finansial pribadi.

Menanggapi hal tersebut, dr. Sigit menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang kepada siapapun.

“Terkait pencatutan nama dengan modus penipuan keuangan, bahwa itu bukan saya. Karena saya tidak pernah meminta uang atau dana kepada siapapun untuk kepentingan pribadi, dan siapapun tahu hal ini,” ujar dr. Sigit saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Pihak manajemen RSUD Hadji Boejasin juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Bumi Tuntung Pandang, agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan jajaran pimpinan rumah sakit.

Masyarakat diminta melakukan verifikasi melalui kanal resmi RSUD Hadji Boejasin, baik melalui situs resmi rsud.tanahlautkab.go.id maupun akun media sosial resmi rumah sakit, guna menghindari menjadi korban penipuan serupa.