Tekan Angka Kecelakaan, Dirlantas Polda Kalsel Kampanyekan Safety Riding

oleh -188 Dilihat
oleh
Dirlantas
SANTAI : Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Fahri Siregar foto bersama di Pantai Batakan Baru

Ayobanua.com, Panyipatan – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar kegiatan Safety Riding Touring sebagai kampanye keselamatan berkendara sekaligus sosialisasi Safety Driving Center (SDC) milik Dirlantas Polda Kalsel.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Fahri Siregar pada Senin (2/2/2026). Rute touring melintasi sejumlah ruas jalan hingga kawasan wisata di Kabupaten Tanah Laut (Tala), termasuk Pantai Batakan Baru dan destinasi wisata lainnya.

Menurut Fahri, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengampanyekan keselamatan berkendara, tetapi juga menjadi sarana survei kondisi jalan dan kesiapan objek wisata menjelang Operasi Keselamatan serta arus mudik Idul Fitri.

“Operasi keselamatan merupakan operasi cipta kondisi untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang Idul Fitri. Karena itu kami melakukan langkah-langkah preventif dan preemtif,” ujarnya.

Survei tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, infrastruktur jalan, personel kepolisian, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), serta seluruh pemangku kepentingan terkait agar arus mudik dan balik Lebaran berjalan aman dan lancar.

Dalam kesempatan itu, Fahri juga menyoroti Kabupaten Tanah Laut yang masih menjadi salah satu wilayah dengan angka kecelakaan dan korban meninggal dunia cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Tala masih menjadi daerah perhatian karena angka kecelakaan dan fatalitasnya relatif tinggi, baik pada 2024, 2025, maupun tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk menekan angka kecelakaan, Dirlantas Polda Kalsel menerapkan lima strategi utama, yaitu education (edukasi kesadaran berlalu lintas), encouragement (mendorong kepatuhan berkendara), engineering (rekayasa lalu lintas dan perbaikan infrastruktur), enforcement of law (penegakan hukum), serta emergency response (penanganan kegawatdaruratan kecelakaan).
Kelima strategi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Forum LLAJ, stakeholder lintas sektor, hingga masyarakat.

Meski hasilnya belum merata di seluruh daerah, upaya ini mulai menunjukkan dampak positif. Data tahun 2025 mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas di Kalsel turun 8 persen dibandingkan 2024, sementara jumlah korban meninggal dunia menurun hingga 32 persen.

“Artinya sekitar 123 jiwa berhasil terselamatkan dari kecelakaan lalu lintas,” jelas Fahri.

Selain itu, Road Safety Index Kalsel juga meningkat dari 2,4 menjadi 2,91, yang menunjukkan adanya perbaikan tingkat keselamatan lalu lintas secara umum.

Namun demikian, Fahri menegaskan masih terdapat pekerjaan rumah di beberapa wilayah, seperti Tanah Laut, Kotabaru, dan Banjar.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Upaya penurunan angka kecelakaan harus terus dilakukan secara konsisten dan kolaboratif,” pungkasnya.