RSUD Hadji Boejasin Bersama IBI Gelar Bakti Sosial, Sediakan Pemasangan IUD Gratis

oleh -18 Dilihat
oleh
HUT IBI
MERIAHKAN : Suasana kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT ke-75 IBI di RSUD Hadji Boejasin

Ayobanua.com, Pelaihari – RSUD Hadji Boejasin Pelaihari menjadi pusat pelaksanaan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (10/6/2026) tersebut menghadirkan layanan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau Intrauterine Device (IUD) secara gratis, disertai penyuluhan kesehatan reproduksi bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan IBI Ranting RSUD Hadji Boejasin, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan keluarga, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap metode kontrasepsi jangka panjang yang aman dan efektif.

Ketua IBI Ranting RSUD Hadji Boejasin, Lisa Puda Juntika, S.Tr.Keb., mengatakan hingga pelaksanaan kegiatan, sebanyak 14 peserta telah mendapatkan layanan pemasangan IUD dari kuota yang disediakan sebanyak 30 orang.

“Pendaftaran masih kami buka hingga besok agar kuota dapat terpenuhi. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini,” ujarnya.

Selain mendapatkan layanan pemasangan IUD tanpa biaya, peserta juga memperoleh edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Hadji Boejasin, dr. Singgih.

Penyuluhan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang benar mengenai manfaat, keamanan, serta efektivitas penggunaan IUD sebagai salah satu metode kontrasepsi jangka panjang.

Lisa menjelaskan, IUD memiliki tingkat efektivitas lebih dari 99 persen dalam mencegah kehamilan, tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun hubungan suami istri, serta kesuburan dapat kembali dengan cepat setelah alat dilepas.

“IUD juga tidak menggunakan hormon sehingga efek sampingnya relatif lebih sedikit dibandingkan beberapa metode kontrasepsi lainnya,” jelasnya.

Meski memiliki berbagai keunggulan, minat masyarakat Tanah Laut untuk menggunakan IUD masih tergolong rendah. Menurut Lisa, hal tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kekhawatiran terhadap proses pemasangan alat kontrasepsi tersebut.

“Sebagian masyarakat masih merasa takut karena pemasangannya dilakukan di dalam rahim. Padahal, IUD merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif, aman, dan memiliki efek samping yang minimal,” katanya.

RSUD Hadji Boejasin terus berupaya memberikan edukasi sekaligus pelayanan kesehatan reproduksi yang komprehensif kepada masyarakat. Penggunaan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dinilai mampu membantu menekan angka kehamilan yang tidak direncanakan, mengurangi risiko kematian ibu dan bayi, serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera.

Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan fasilitas pelayanan kesehatan, RSUD Hadji Boejasin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga terus meningkat.

Dengan edukasi yang berkelanjutan serta kemudahan akses layanan kontrasepsi, semakin banyak pasangan usia subur diharapkan dapat memilih metode keluarga berencana yang sesuai demi mewujudkan keluarga kecil, sehat, dan berkualitas.