Ayobanua.com, Pelaihari – Polres Tanah Laut memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 648,77 gram hasil pengungkapan kasus selama Februari hingga awal Maret 2026. Pemusnahan dilakukan usai konferensi pers di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, didampingi Kasatres Narkoba Iptu M. Firmansyah Baso dan Kasi Humas AKP Hari Setiawan, serta dihadiri awak media.
Kapolres Ricky Boy Siallagan mengungkapkan, jajarannya berhasil membongkar 14 kasus tindak pidana narkotika dalam periode 1 Februari hingga 7 Maret 2026. Rinciannya, 13 kasus ditangani Polres Tanah Laut dan satu kasus oleh Polsek Kintap, dengan total 20 tersangka terdiri dari 19 laki-laki dan satu perempuan.
“Barang bukti yang diamankan berupa sabu dengan berat bersih 656,59 gram, uang tunai Rp12 juta, satu unit mobil, serta delapan unit sepeda motor,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatres Narkoba Iptu M. Firmansyah Baso menambahkan, selama bulan suci Ramadan, pihaknya juga mengungkap tujuh kasus dengan 10 tersangka dan barang bukti sabu seberat 594,84 gram.
Menurutnya, jika diasumsikan satu orang mengonsumsi 0,20 gram sabu, maka pengungkapan tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 16.250 jiwa dari penyalahgunaan narkotika. Nilai ekonomis barang bukti itu diperkirakan mencapai Rp820 juta.
Ia juga menyebut mayoritas tersangka berlatar belakang pendidikan rendah, yakni tidak lulus SD dan SMP, serta bekerja sebagai buruh serabutan atau berkebun. Meski demikian, terdapat dua tersangka yang merupakan lulusan perguruan tinggi.
“Dari segi usia, rata-rata tersangka berada pada rentang 20 hingga 35 tahun. Saat ini sembilan perkara masih dalam tahap penyidikan, sementara lima lainnya telah memasuki tahap I,” jelasnya.
Usai konferensi pers, petugas memusnahkan barang bukti sabu sebagai bentuk komitmen memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Tanah Laut.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memerangi peredaran narkoba, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.
“Jangan pernah mencoba atau terlibat dalam peredaran narkotika dalam bentuk apa pun, karena dampaknya sangat merusak masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba kepada pihak kepolisian.
“Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.







