Polda Kalsel Bina Petani Jagung di Ambungan, Panen Perdana Langsung Diserap Koperasi

oleh -628 Dilihat
oleh
Jagung
PERDANA : Lahan petani jagung binaan Bidang Propam Polda Kalsel di Desa Ambungan melakukan panen perdana, Sabtu (3/1/2026)

Ayobanua.com, Pelaihari – Program pembinaan pertanian yang dijalankan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk ketahanan pangan mulai membuahkan hasil.

Petani jagung binaan di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), melaksanakan panen perdana pada Sabtu (3/1/2026) dengan hasil yang menggembirakan.

Senyum para petani tak terbendung saat tanaman jagung yang mereka tanam sejak beberapa bulan lalu akhirnya dapat dipanen. Lebih dari itu, hasil panen tersebut langsung diserap oleh Koperasi Primkoppol Polda Kalsel, sebagai bagian dari skema pendampingan menyeluruh dari hulu ke hilir.

Tak hanya membeli hasil panen, koperasi juga menurunkan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke lokasi lahan jagung di Jalan Telkom, Desa Ambungan, sehingga petani tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk proses panen.

Sugeng, salah satu petani binaan, mengatakan panen ini merupakan panen perdana di lahan yang dibina langsung oleh Polda Kalsel.

“Sejak awal tanam sampai penjualan, kami benar-benar dikawal oleh Polda Kalsel. Ini sangat membantu petani,” ujarnya.

Ia menyebutkan, total lahan jagung yang masuk dalam program pembinaan Polda Kalsel mencapai 57 hektare, dengan luas panen tahap awal sekitar 5 hektare.

“Perkiraan hasilnya sekitar lima ton per hektare,” katanya.

Sugeng berharap program pembinaan ini dapat terus berlanjut, khususnya dalam bentuk bantuan alsintan, bibit, pupuk, serta dukungan biaya produksi lainnya agar beban petani semakin ringan.

“Kami sangat terbantu karena jagung langsung dibeli koperasi dengan harga bagus. Bahkan panen pun dilakukan oleh koperasi, jadi petani benar-benar diuntungkan,” ujar anggota Kelompok Tani Berkah Mandiri tersebut.

Sementara itu, perwakilan Koperasi Primkoppol Polda Kalsel, Rahmat Affandi, menjelaskan bahwa penyerapan jagung petani binaan merupakan program Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yuda Hermawan.

“Kami diinstruksikan untuk membeli jagung petani dengan harga minimal Rp4.000 dan maksimal Rp4.300 per kilogram,” jelasnya.

Selain menjamin harga, koperasi juga membantu proses panen menggunakan alsintan, yang mampu menekan biaya operasional petani hingga sekitar Rp4 juta per hektare.

“Ke depan, Koperasi Primkoppol Polda Kalsel juga merencanakan program pinjaman modal bagi petani dengan bunga nol persen,” tambahnya.

Menurut Rahmat, jika program tersebut disetujui pimpinan, pembinaan petani jagung akan semakin komprehensif, mulai dari permodalan, pendampingan teknis, hingga kepastian pemasaran hasil panen.

“Harapannya, petani semakin sejahtera dan program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.