Perkuat Bauran Energi Hijau, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam Tingkatkan Kapasitas PLTS Tiga Kali Lipat

oleh -107 Dilihat
oleh
PLTS
DUKUNG : Inilah penampakan PLTS di PLN UBP Asam Asam untuk mendukung transisi energi bersih

Ayobanua.com, Jorong – PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam Asam terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Virtual Power (VP) di area Ash Pond PLTU Asam Asam, Kabupaten Tanah Laut.

Kapasitas PLTS yang semula sebesar 15 kilo Watt peak (kWp) kini ditingkatkan menjadi 45 kWp atau bertambah tiga kali lipat. Penambahan kapasitas ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan porsi bauran energi hijau sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan area eksisting yang tidak mengganggu aktivitas utama pembangkitan.

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Asam Asam, Reo Yanuar Hadi, mengatakan peningkatan kapasitas PLTS VP merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung program transisi energi yang dicanangkan pemerintah.

“Penambahan kapasitas PLTS dari 15 kWp menjadi 45 kWp ini merupakan bentuk komitmen PLN Indonesia Power UBP Asam Asam dalam meningkatkan kontribusi energi baru terbarukan pada bauran energi unit. Kami ingin memastikan operasional pembangkit tidak hanya andal, tetapi juga semakin ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Reo, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, pemanfaatan area Ash Pond sebagai lokasi pemasangan PLTS mencerminkan inovasi pengelolaan aset pembangkit yang berorientasi pada keberlanjutan. Area tersebut dimanfaatkan secara optimal tanpa mengganggu fungsi utama PLTU.

“Kami berupaya memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan energi hijau di lingkungan pembangkit berbasis fosil yang tetap adaptif terhadap tuntutan transisi energi,” tambahnya.

Dengan peningkatan kapasitas PLTS Virtual Power ini, PLN Indonesia Power UBP Asam Asam diharapkan mampu memperkuat komposisi bauran energi hijau di tingkat unit, sekaligus mendukung target perusahaan dalam mewujudkan pembangkitan listrik yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan. (*).