Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Tanah Laut, Wakapolda Kalsel Optimistis Produksi Meningkat

oleh -646 Dilihat
oleh
Panen Raya
SERENTAK : Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi melakukan panen raya jagung serentak kuartal II di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (16/5/2026)

Ayobanua.com, Bati-Bati – Wakapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi memimpin kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum panen, tetapi juga dirangkai dengan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Sejumlah pejabat utama Polda Kalsel turut hadir, termasuk Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan.

Dalam keterangannya, Brigjen Pol Golkar Pangarso menyampaikan bahwa panen raya jagung dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Khusus di Kalimantan Selatan, kegiatan dipusatkan di wilayah Bati-Bati dengan luas lahan panen sekitar lima hektare.

“Untuk wilayah Kalimantan Selatan, pelaksanaannya di Bati-Bati dengan luas lahan panen sekitar lima hektare,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, produktivitas jagung di Kabupaten Tanah Laut saat ini rata-rata mencapai empat ton per hektare. Meski demikian, pihaknya optimistis angka tersebut masih dapat ditingkatkan mengingat potensi lahan yang cukup besar.

“Rata-rata hasil panen di Tanah Laut sekitar empat ton per hektare. Namun kami berharap hasilnya bisa meningkat karena wilayah ini memiliki potensi besar dan ke depan direncanakan menjadi sentra jagung oleh Gubernur Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Upaya peningkatan produksi, lanjutnya, tidak hanya dilakukan melalui perluasan lahan pertanian, tetapi juga melalui pengembangan riset bibit unggul serta penggunaan pupuk yang tepat guna.

“Kami terus melakukan perluasan lahan sekaligus riset terkait bibit dan pupuk terbaik untuk meningkatkan produksi,” tambahnya.

Terkait harga jagung, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan tabel rafaksi melalui Peraturan Gubernur guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Menurutnya, jagung pipil basah dengan kadar air 28 hingga 35 persen dihargai sekitar Rp4.000 per kilogram. Sementara itu, jagung dengan kadar air lebih rendah, yakni 18 hingga 20 persen, dapat mencapai harga Rp5.500 per kilogram.

“Penetapan tabel rafaksi ini menjadi langkah stabilisasi harga agar petani tetap mendapatkan harga jual yang layak, sekaligus menghindari penurunan harga saat panen melimpah,” pungkasnya.