Ayobanua.com, Pelaihari – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Boejasin Pelaihari terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menggelar proses kredensial bagi tenaga kesehatan (nakes).
Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan di Aula RSUD Haji Boejasin Pelaihari, Selasa (21/7/2026), sebagai bagian dari evaluasi manajemen rumah sakit untuk memastikan kompetensi dan kewenangan klinis tenaga kesehatan sesuai standar profesi.
Ketua Komite Tenaga Kesehatan Lainnya RSUD Haji Boejasin Pelaihari, Iska Wahyudi, menjelaskan bahwa kredensial merupakan tahapan wajib bagi tenaga kesehatan untuk memperoleh kewenangan klinis (clinical privilege).
“Kredensial bertujuan menilai kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien sesuai standar profesi yang berlaku,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses ini menjadi langkah penting dalam menjaga mutu pelayanan sekaligus menjamin keselamatan pasien. Melalui kredensial, setiap tenaga kesehatan dipastikan hanya melakukan tindakan medis sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Kredensial pada dasarnya merupakan bentuk penilaian dan pemberian kewenangan klinis sesuai kompetensi masing-masing tenaga kesehatan,” tambahnya.
Iska juga menyebutkan bahwa kewenangan klinis yang diberikan memiliki masa berlaku selama tiga tahun. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi ulang untuk menyesuaikan dengan perkembangan kompetensi tenaga kesehatan, baik berupa penambahan maupun pengurangan kewenangan.
Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 16 tenaga kesehatan dari 14 profesi mengikuti proses kredensial. Secara keseluruhan, sekitar 98 tenaga kesehatan dijadwalkan mengikuti tahapan serupa.
Tim penguji dalam kegiatan ini berasal dari internal manajemen RSUD Haji Boejasin Pelaihari yang telah memiliki sertifikasi sebagai asesor kredensial.
Pelaksanaan kredensial dijadwalkan berlangsung hingga awal Agustus 2026 dan dilakukan secara bertahap agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Kami sengaja melaksanakan kredensial secara bertahap sehingga pelayanan di rumah sakit tidak terganggu,” jelas Iska.
Sebelumnya, pada 11 Juni 2026, RSUD Haji Boejasin Pelaihari juga telah menggelar kredensial terhadap 32 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan bidan, dengan fokus penilaian pada kompetensi pelayanan keperawatan dan kebidanan.










