BNNK Tanah Laut Paparkan Capaian Kinerja 2025, Realisasi Anggaran Capai 99,99 Persen

oleh -696 Dilihat
oleh
BNNK Tanah Laut
PRESS RELEASE : Kepala BNNK Tanah Laut Kompol Ferey Hidayat ketika memaparkan kinerja tahun 2025

Ayobanua.com, Pelaihari – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanah Laut (Tala) memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam rilis akhir tahun yang digelar di Kantor BNNK Tanah Laut, Pelaihari, Selasa (23/12/2025) siang.

Kepala BNNK Tanah Laut, Kompol Ferey Hidayat, menyampaikan bahwa rilis akhir tahun merupakan bentuk akuntabilitas dan transparansi lembaga kepada masyarakat terkait upaya pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba di wilayah kerja BNNK Tala.

“Rilis akhir tahun ini adalah kewajiban kami sebagai instansi pemerintah untuk menyampaikan secara terbuka hasil kerja penanganan narkoba. Masyarakat berhak menilai sejauh mana kinerja BNNK Tanah Laut selama satu tahun terakhir,” ujar Kompol Ferey.

BNNK Tanah Laut memiliki wilayah kerja yang cukup luas, mencakup tiga kabupaten, yakni Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, dengan total luas wilayah mencapai 18.120,77 kilometer persegi. Wilayah tersebut meliputi 43 kecamatan, 14 kelurahan, dan 471 desa, dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa.

Pada aspek tata kelola, Subbag Umum BNNK Tanah Laut mencatat realisasi anggaran tahun 2025 sebesar Rp1.077.124.666 dari pagu Rp1.077.162.000 atau mencapai 99,99 persen. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) memperoleh nilai 3,84 dengan mutu pelayanan kategori A (sangat baik).

Di sektor Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNNK Tanah Laut telah menjangkau 6.203 orang melalui kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang melibatkan unsur masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan swasta. Sementara itu, kegiatan deteksi dini melalui tes urine menyasar 2.441 orang.

Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) bahkan melampaui target dengan capaian 3,53 atau masuk kategori sangat mandiri. Meski demikian, Kompol Ferey mengakui masih terdapat tantangan, khususnya dalam penguatan ketahanan remaja dan keluarga.

Indeks Ketahanan Diri Remaja (IKDR) tercatat 50,84 dari target 53,00, sedangkan Indeks Ketahanan Keluarga (IKK) berada di angka 78,70, sedikit di bawah target yang ditetapkan.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, kolaborasi lintas sektor terus kami perkuat, terutama dengan dunia pendidikan dan keluarga,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, BNNK Tanah Laut menangani 36 klien rehabilitasi rawat jalan dengan total 288 kali layanan, serta 20 klien pascarehabilitasi. Selain itu, melalui Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), BNNK telah membentuk lima agen pemulihan.

Di bidang pemberantasan, Tim Asesmen Terpadu (TAT) menangani 23 orang dari wilayah Tanah Laut, Kotabaru, dan Tanah Bumbu. Dari jumlah tersebut, lima orang menjalani proses hukum, sementara 18 orang menjalani rehabilitasi di BNNK Tanah Laut.

BNNK Tanah Laut juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui pelaksanaan tes urine bagi ASN dan perangkat desa, razia gabungan, serta pembangunan fasilitas rehabilitasi rawat inap pertama di Kalimantan Selatan. Pembangunan fasilitas tersebut kini telah mencapai 97 persen dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2026.

Selain itu, program Ananda Bersinar telah menyasar sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK serta pondok pesantren. Ke depan, BNNK bersama pemerintah daerah juga merencanakan pelaksanaan deteksi dini melalui tes urine bagi pelajar.

Kompol Ferey pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengajak pemerintah daerah, dunia pendidikan, instansi terkait, dan masyarakat untuk terus berkolaborasi. Bersama-sama kita lindungi generasi muda dan wujudkan Tanah Laut yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.