Ancaman Sumber Air Warga, MPAI My Darling Rencanakan Laporan ke KPH Tala

oleh -480 Dilihat
oleh
MPAI My Darling
CEK : Ketua MPAI My Darling Muhammad Khaidir ketika mengecek fasilitas air bersih Program Habibie Center di Desa Pemalongan

Ayobanua.com, Bajuin – Sejak lama, warga RT 1 Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), menggantungkan pemenuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dari sumber mata air Gunung Mangguruh.

Air bersih tersebut dialirkan dari lereng Gunung Mangguruh ke rumah-rumah warga melalui sistem pipanisasi Program Habibie Center yang dibangun puluhan tahun lalu.

Namun belakangan ini, warga mulai cemas terhadap ketersediaan air bersih tersebut. Kekhawatiran muncul akibat adanya pembukaan lahan di sekitar lereng Gunung Mangguruh yang diduga digunakan untuk perkebunan kelapa sawit.

Kegundahan warga itu disampaikan kepada Ketua DPD MPAI My Darling Tanah Laut, Muhammad Khaidir. Menindaklanjuti keluhan tersebut, Khaidir bersama tim melakukan pengecekan langsung ke lokasi fasilitas air bersih Program Habibie Center pada Selasa (27/1/2026).

“Setelah kami cek, ketersediaan air bersih masih ada. Namun, kami juga menemukan adanya aktivitas pembukaan lahan di sekitar lokasi sumber air,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya berencana mengirimkan surat kepada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut untuk meminta kejelasan terkait status lahan yang dibuka tersebut.

“Informasi yang kami terima, lahan yang dibuka itu diduga masuk kawasan hutan. Oleh karena itu, kami akan bersurat terlebih dahulu ke KPH untuk memastikan kebenarannya,” jelas Khaidir.

Apabila lahan tersebut terbukti berada di kawasan hutan, pihaknya berharap aktivitas pembukaan lahan dapat dihentikan dan kondisi kawasan dikembalikan seperti semula.

“Jika hutan dirusak dan dibiarkan, tentu sumber air bersih yang selama ini digunakan warga bisa berkurang, bahkan berpotensi menimbulkan krisis air bersih,” tegasnya.

Sementara itu, Siti Aminah, salah seorang warga setempat, menuturkan bahwa selama puluhan tahun dirinya dan warga lainnya bergantung pada air dari Gunung Mangguruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah berpuluh-puluh tahun kami menggunakan air dari Gunung Mangguruh yang dialirkan melalui fasilitas Program Habibie Center,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dusun I Desa Pemalongan, Arifin. Ia menyebutkan bahwa warga RT 1 sangat bergantung pada sumber air dari Gunung Mangguruh.

Namun terkait status lahan yang saat ini dibuka untuk perkebunan sawit, apakah masuk kawasan hutan atau tidak, Arifin mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Apakah masuk kawasan hutan atau tidak, saya belum mengetahuinya secara jelas,” tutupnya.