Tanggap dan Humanis, Mahasiswa STIK Angkatan 83 Sindikat 7 Gelar Bhakti Sosial Pasca Banjir Bandang di Aceh Barat

oleh -8 Dilihat
oleh
Banjir Aceh
BAHU MEMBAHU : Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 yang tergabung dalam Sindikat 7 melaksanakan kegiatan bhakti sosial pasca banjir bandang di Desa Kajeun, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (10/2/2026).

Ayobanua.com, Aceh Barat – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 yang tergabung dalam Sindikat 7 melaksanakan kegiatan bhakti sosial pasca banjir bandang di Desa Kajeun, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat (Dianmas/Widya Parama Satwika) yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus membentuk karakter humanis mahasiswa STIK sebagai calon perwira Polri.

Sebanyak 20 mahasiswa terlibat langsung dalam aksi pembersihan dan pemulihan rumah warga yang terdampak banjir bandang. Fokus utama kegiatan diarahkan pada rumah milik Ibu Nur Khomari, seorang janda yang tinggal seorang diri. Rumah tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Pasca banjir, sisa lumpur, material kayu, serta sampah masih mengendap di dalam dan sekitar rumah warga. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak segera ditangani.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa STIK Sindikat 7 bergerak cepat melakukan pembersihan lumpur, pengangkatan material sisa banjir, pembersihan perabot rumah tangga, serta penataan kembali lingkungan rumah agar kembali layak huni. Seluruh kegiatan dilakukan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan bersama masyarakat setempat.

Selain bantuan fisik, mahasiswa juga mengedepankan pendekatan humanis dan empatik dalam berinteraksi dengan warga terdampak. Kehadiran mereka tidak hanya meringankan beban pekerjaan, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi korban bencana yang tengah berupaya bangkit dari dampak musibah.

Ibu Nur Khomari menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas bantuan yang diberikan.

“Saya sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa STIK yang telah meringankan beban dalam proses pemulihan pascabencana,” katanya.

Respon positif juga datang dari warga sekitar yang menilai kegiatan tersebut mampu mempererat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan desa.

Bagi mahasiswa STIK, kegiatan bhakti sosial ini menjadi pengalaman lapangan yang berharga dalam memahami kondisi sosial masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.

Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga mencakup fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa STIK Angkatan 83 Sindikat 7 menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat, sejalan dengan slogan: “Aceh Barat: Kami Datang, Kami Berbuat, Kami Bermanfaat.”