RSUD Hadji Boejasin Pelaihari Bagikan Rahasia Layanan Cuci Darah ke RS Kintap

oleh -56 Dilihat
oleh
Cuci Darah
BERBAGI : Pihak manajemen RSUD Hadji Boejasin Pelaihari menerima kunjungan kaji tiru RSUD KH Mansyur Kintap terkait layanan cuci darah

Ayobanua.com, Pelaihari – RSUD Hadji Boejasin Pelaihari kembali menunjukkan perannya sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Tanah Laut dengan berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan layanan hemodialisis (cuci darah).

Hal ini terlihat saat jajaran manajemen RSUD KH Mansyur Kintap melakukan kaji tiru ke RSHB Pelaihari, Rabu (29/7/2026), sebagai bagian dari persiapan pembukaan layanan cuci darah di rumah sakit tersebut.

Rombongan yang dipimpin Direktur RSUD KH Mansyur Kintap, dr. Endik Arifianto, diterima oleh manajemen RSHB di Aula Manajemen Lantai II.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik RSHB, dr. Irwan Setiawan Syah, mengatakan pihaknya memberikan pemaparan komprehensif terkait penyelenggaraan layanan hemodialisis.

“Materi yang kami sampaikan meliputi gambaran umum layanan hemodialisis, mulai dari aspek pelayanan, persyaratan perizinan, kebutuhan sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana yang harus dipenuhi,” ujar Irwan.

Ia menambahkan, pemaparan juga melibatkan penanggung jawab layanan hemodialisis dr. I Ketut Suardana, kepala ruangan, serta unit-unit terkait guna memberikan gambaran menyeluruh kepada tim dari RSUD KH Mansyur Kintap.

Selain pemaparan, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke ruang pelayanan hemodialisis RSHB. Mereka mempelajari alur layanan, mulai dari administrasi, pendaftaran pasien, hingga proses tindakan cuci darah.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSHB Pelaihari, dr. Toto Tri Hartanto menekankan pentingnya pemenuhan standar sesuai Permenkes Nomor 8 Tahun 2022 sebagai perubahan atas Permenkes Nomor 14 Tahun 2021, serta pedoman dasar Permenkes Nomor 812 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan layanan dialisis di fasilitas kesehatan.

“Kami menguatkan agar sarana, alat kesehatan, dan sumber daya manusia dipenuhi terlebih dahulu sebelum mengajukan perizinan, karena proses perizinan ke Kementerian Kesehatan maupun BPJS harus sesuai aturan,” tambahnya.

Saat ini, RSHB Pelaihari telah memiliki 18 unit mesin hemodialisis yang melayani pasien gagal ginjal. Setiap tindakan cuci darah berlangsung sekitar empat hingga lima jam dan dapat diakses oleh masyarakat melalui kepesertaan BPJS Kesehatan.

Sementara itu, RSUD KH Mansyur Kintap merencanakan pengadaan empat unit mesin hemodialisis pada tahap awal operasional layanan.