Peringati Hari Mangrove Sedunia, DLH Kalsel Tanam 1.000 Bibit di Pesisir Takisung

oleh -95 Dilihat
oleh
Mangrove
LANCAR : Kegiatan penanaman 1000 pohon mangrove yang dilaksanakan DLH Provinsi Kalsel di pesisir pantai Desa Takisung pada Minggu (26/72026).

Ayobanua.com, Takisung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan memimpin aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui DLH Provinsi Kalimantan Selatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PT Tunas Inti Abadi serta melibatkan instansi vertikal, SKPD terkait, organisasi lingkungan, komunitas, dan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.

Kepala DLH Provinsi Kalimantan Selatan Rahmat Prapto Udoyo melalui Kepala Seksi Pemulihan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Hartopo, mengatakan penanaman dilakukan secara gotong royong di lahan seluas satu hektare.

“DLH Provinsi Kalimantan Selatan bersama PT Tunas Inti Abadi, instansi vertikal, SKPD terkait, komunitas, dan masyarakat melaksanakan penanaman serentak sebanyak 1.000 batang mangrove di Desa Takisung pada areal seluas satu hektare,” ujarnya.

Hartopo menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen DLH Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong perlindungan, rehabilitasi, dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi abrasi pantai, menjaga kualitas lingkungan pesisir, menjadi habitat berbagai biota, sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon.

Menurutnya, keberhasilan pelestarian mangrove membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat. Karena itu, kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui upaya pemeliharaan dan pengawasan terhadap mangrove yang telah ditanam.

Salah satu komunitas yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) My Darling.

Sekretaris MPAI My Darling, Abdulrahman, mengapresiasi langkah DLH Provinsi Kalimantan Selatan yang terus mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir.

“Program seperti ini sangat bagus karena mangrove memiliki banyak manfaat, salah satunya melindungi pantai dari abrasi maupun ancaman bencana lainnya,” katanya.

Meski demikian, Abdulrahman menilai keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga komitmen dalam melakukan perawatan secara berkelanjutan.

“Jangan hanya menanam. Yang lebih utama adalah menjaga dan merawat mangrove yang sudah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.