Listrik Byar Pet, Mahasiswa Geruduk PLN Pelaihari

oleh -46 Dilihat
oleh
PLN
PERTANYAKAN : Mahasiswa dari HPPMTL dan PMII Tanah Laut saat beraudiensi dengan PLN ULP Pelaihari untuk menyampaikan tuntutan terkait pemadaman listrik bergilir yang berulang

Ayobanua.com, Pelaihari – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Tanah Laut (HPPMTL) serta Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanah Laut mendatangi Kantor PLN ULP Pelaihari, Kamis (2/7/2026) sore.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan terkait seringnya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Tanah Laut dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Aksi mahasiswa itu diterima langsung oleh Manajer PLN ULP Pelaihari, Hudaibiy Hibban, bersama jajaran. Pertemuan juga dihadiri aparat TNI-Polri serta perwakilan pemerintah daerah dan BIN Kalimantan Selatan.

Dalam dialog yang berlangsung, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada PLN. Mereka meminta General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak PLN memberikan penjelasan transparan terkait penyebab pemadaman listrik yang berulang. Mereka turut menuntut adanya kompensasi yang layak bagi masyarakat terdampak.

Tak hanya itu, mahasiswa meminta adanya perbaikan kinerja pelayanan kelistrikan serta evaluasi terhadap minimnya penyampaian informasi kepada masyarakat terkait pemadaman listrik.

Ketua PC PMII Tanah Laut, Risqiatun Hasanah, mengatakan pihaknya belum puas dengan penjelasan yang diberikan PLN.

“Kami memberikan waktu 7×24 jam kepada PLN ULP Pelaihari untuk melakukan perbaikan. Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, kami akan menggelar aksi lanjutan di kantor PLN UID Kalselteng di Banjarbaru,” ujarnya.

Ia juga menyoroti soal kompensasi yang dinilai belum sebanding dengan kerugian masyarakat.

“Kalau kompensasinya hanya diskon atau penambahan token, itu tidak sepadan dengan apa yang dialami warga,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN ULP Pelaihari, Hudaibiy Hibban, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan General Manager PLN UID Kalselteng serta Manajer UP3 Banjarmasin.

Menurutnya, pimpinan PLN telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kelistrikan yang terjadi di wilayah Kalselteng.

Hudaibiy menjelaskan, pemadaman listrik disebabkan adanya gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) dalam sistem interkoneksi Kalselteng. Akibatnya, pasokan daya berkurang sementara beban tetap tinggi, sehingga dilakukan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem.

Terkait kompensasi, ia menyebut PLN mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025. Bentuknya berupa penambahan token listrik bagi pelanggan prabayar dan potongan tagihan untuk pelanggan pascabayar yang memenuhi ketentuan.

Ia juga mengakui bahwa penyampaian informasi pada awal kejadian belum berjalan optimal.

“Informasi saat itu hanya dibagikan melalui grup komunikasi PLN dengan camat dan kepala desa,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, PLN kini menyiapkan kanal informasi melalui WhatsApp Channel resmi serta grup “PLN Menyapa” di setiap kecamatan agar informasi pemadaman bisa lebih cepat diterima masyarakat.

Sementara itu, proses perbaikan pembangkit ditargetkan selesai pada Juli 2026.

“Kami memohon doa dari masyarakat agar proses perbaikan bisa segera rampung,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi bukan disebabkan kekurangan pasokan batu bara, melainkan murni karena gangguan pada pembangkit.