215 Siswa SMP di Tanah Laut Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu

oleh -349 Dilihat
oleh
Bahasa Ibu
BERSAING : Salah satu peserta ketika tampil pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SMP yang digelar Disdikbud Tanah Laut

Ayobanua.com, Pelaihari – Sebanyak 215 pelajar SMP di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, unjuk kemampuan berbahasa Banjar melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026. Kegiatan ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pelaihari, Senin (5/10/2026).

Bukan sekadar lomba, FTBI menjadi ruang bagi para pelajar untuk menggunakan bahasa Banjar dalam berbagai bentuk karya. Mulai dari menulis cerita, berpidato, bercerita, hingga membawakan komedi tunggal dan puisi.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Tala, Arie Irawan, mengatakan terdapat lima kategori yang diperlombakan dalam FTBI tingkat SMP tahun ini.

“Rinciannya, 46 siswa mengikuti lomba menulis cerita pendek, 44 siswa mengikuti lomba pidato, 42 siswa mengikuti lomba bercerita, 39 siswa mengikuti lomba komedi tunggal, serta 44 siswa mengikuti lomba menulis dan membaca puisi berbahasa Banjar,” kata Arie.

Untuk memastikan proses penjurian berjalan sesuai kompetensi, Disdikbud Tala melibatkan sejumlah pihak yang memiliki keahlian di bidang bahasa dan seni. Di antaranya Dewan Kesenian Kabupaten (DKD) Tala dan Ikatan Penulis Tanah Laut (IPTL).

Para pelajar yang keluar sebagai juara nantinya tidak berhenti di tingkat kabupaten. Mereka akan dipersiapkan menjadi wakil Tala pada FTBI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dijadwalkan berlangsung akhir Oktober 2026.

Arie mengatakan, para juara akan terlebih dahulu mengikuti training center (TC). Latihan tersebut direncanakan berlangsung dua kali dalam sepekan sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

“Sebelum bertanding di tingkat provinsi, para juara nantinya juga akan menjalani TC terlebih dahulu. Rencananya, latihan dilaksanakan dua kali dalam seminggu,” ujarnya.

Kepala Disdikbud Tala, Myrza Fazrina, mengatakan FTBI diharapkan tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap bahasa daerah.

Ia meminta para peserta tampil dengan penuh semangat dan menjadikan festival tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga bahasa Banjar tetap hidup di kalangan generasi muda.

“Hari ini bertarunglah dengan semangat petarung dan semangat berjuang untuk melestarikan bahasa Banjar, meski kalian bukan asli urang Banjar. Namun, kalian adalah anak-anak masa depan yang akan terus membudayakan bahasa Banjar,” kata Myrza.