Tingkatkan Respons Darurat, RSUD Hadji Boejasin Bekali Ratusan Petugas Ambulans Penanganan Stroke

oleh -25 Dilihat
oleh
Stroke
BEKALI : Puluhan sopir ambulans di Kabupaten Tanah Laut mengikuti pelatihan dan sosialisasi penanganan stroke

Ayobanua.com, Pelaihari – Komitmen RSUD Hadji Boejasin Pelaihari dalam meningkatkan mutu layanan kegawatdaruratan terus diwujudkan melalui pelatihan dan sosialisasi penanganan stroke bagi para sopir ambulans rumah sakit maupun ambulans desa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula RSUD Hadji Boejasin, Rabu (3/6/2026), menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan pra-rumah sakit (pre-hospital) di Kabupaten Tanah Laut.

Sebanyak 110 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, RSUD KH Mansyur Kintap, RSUD Darlan Ismail Bumi Makmur, seluruh puskesmas di Kabupaten Tanah Laut, hingga Palang Merah Indonesia (PMI).

Dalam pelatihan itu, peserta dibekali materi mengenai stroke awareness, penanganan awal pasien stroke, serta pengenalan Emergency Medical Service (EMS).

Materi disampaikan langsung oleh dokter spesialis neurologi RSUD Hadji Boejasin, didampingi narasumber dari Angels World yang memaparkan pentingnya pelayanan pra-rumah sakit bagi pasien stroke.

Panitia pelaksana kegiatan, Norhida Widiarti, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan petugas ambulans dalam mengenali gejala stroke serta memberikan penanganan awal yang cepat dan tepat sebelum pasien tiba di rumah sakit.

“Materi disampaikan oleh dokter spesialis neurologi RSUD Hadji Boejasin terkait penanganan stroke, serta narasumber dari Angels World yang memberikan pemaparan mengenai pelayanan pra-rumah sakit (pre-hospital) bagi pasien stroke dan pengenalan EMS,” ujarnya.

Menurut Norhida, pelatihan ini juga menjadi langkah strategis RSUD Hadji Boejasin dalam membangun sistem rujukan stroke yang lebih terintegrasi di Tanah Laut. Melalui kegiatan tersebut, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan memiliki koordinasi yang lebih baik sehingga pasien stroke dapat memperoleh penanganan dalam waktu yang lebih cepat.

Tidak hanya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya penguatan sistem EMS di Kabupaten Tanah Laut, pembentukan grup WhatsApp sebagai media koordinasi antarpetugas, serta penyusunan format baku pengiriman pasien yang terindikasi mengalami serangan stroke.

“Hasil yang dicapai dari sosialisasi ini berupa kesepakatan penguatan EMS, pembentukan grup WhatsApp, dan penyusunan format pengiriman pasien yang terindikasi mengalami serangan stroke,” kata Norhida.

Melalui pelatihan ini, RSUD Hadji Boejasin Pelaihari kembali menegaskan perannya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan di dalam rumah sakit, tetapi juga berupaya membangun sistem kegawatdaruratan yang terintegrasi bersama seluruh jejaring layanan kesehatan di Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Angels World, BRI, dan Bank Kalsel sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya penanganan kasus stroke yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.