PCNU Tala Perkuat Kompetensi Juleha Jelang Idul Adha 1447 H

oleh -444 Dilihat
oleh
PCNU
DIBUKA : Ketua Baznas Tanah Laut H. Marliansyah saat membuka sosialisasi juru sembelih halal di gedung NU Tanah Laut

Ayobanua.com, Pelaihari – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, kemampuan juru sembelih hewan kurban di Kabupaten Tanah Laut terus ditingkatkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi penyembelihan halal. Kegiatan ini digelar di Sekretariat PCNU Tanah Laut, Kamis (21/5/2026).

Sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua IPARI Tanah Laut H Syarkani dan Ketua Juru Sembelih Halal (Juleha) Tanah Laut Syarifuddin.

Dalam pemaparannya, H Syarkani menjelaskan fiqih atau ketentuan syariat dalam penyembelihan hewan kurban, termasuk penggunaan pisau yang memenuhi standar.

Sementara itu, Syarifuddin menekankan pentingnya pemahaman fiqih bagi juru sembelih, ketajaman alat sembelih, serta penerapan prinsip ihsan atau perlakuan baik terhadap hewan.

“Kaji fiqhnya, tajamkan pisaunya, ihsankan sembelihannya,” ujar Syarifuddin.

Sementara itu Rais Syuriah PCNU Tanah Laut KH Jamaluddin Abdullah mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PCNU Tanah Laut dengan dukungan dari BAZNAS Tanah Laut.

Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai unsur, antara lain perwakilan IPARI, pengurus Muhammadiyah Tanah Laut, serta perwakilan MWC NU masing-masing kecamatan termasuk pengurus masjid yang rutin melaksanakan ibadah kurban, seperti Masjid Syuhada, Masjid Al Manar, dan Masjid Al Hijriah.

Mereka datang dari sejumlah kecamatan di Tanah Laut, di antaranya Pelaihari, Bajuin, Takisung, Kurau, Bumi Makmur, dan Tambang Ulang, dengan jumlah peserta sekitar 30 orang.

Menurut KH Jamaluddin, kegiatan ini bertujuan memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam serta dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, kehalalan dan keabsahan hewan kurban di Tanah Laut semakin terjamin sehingga tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.