KM Virgo Tenggelam, Haji Endang Desak Evaluasi Keselamatan

oleh -45 Dilihat
oleh
KM Virgo

Ayobanua.com, Pelaihari – Musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026), menyisakan duka bagi keluarga korban, termasuk masyarakat Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Salah satu penumpang yang menjadi korban diketahui merupakan warga Tanah Laut, Mariena Dewi Nurlitasari (23). Perempuan yang berdomisili di Beramban, Pelaihari, itu diketahui sehari-hari mengabdi sebagai Tenaga Sarjana Pendamping Pembangunan Pedesaan (SP3) di Desa Pemalongan.

Kabar tersebut turut mendapat perhatian Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Endang Agustina. Politisi yang juga berdomisili di Tanah Laut itu menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para penumpang kapal, khususnya warga Tanah Laut.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Haji Endang.

Ia meminta seluruh instansi terkait bergerak cepat dan memperkuat koordinasi dalam menangani dampak musibah tersebut. Menurutnya, penanganan korban harus menjadi prioritas dengan melibatkan seluruh unsur yang memiliki kewenangan.

“Kami berharap seluruh pihak terkait, baik TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Perhubungan, hingga instansi pendukung lainnya dapat berkolaborasi dengan maksimal dalam penanganan musibah ini,” tegasnya.

Selain penanganan terhadap korban, Haji Endang juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran. Ia meminta Kementerian Perhubungan bersama pemangku kepentingan sektor transportasi laut melakukan audit keselamatan untuk mengetahui penyebab dan memastikan standar keselamatan pelayaran benar-benar diterapkan.

Menurutnya, evaluasi penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat dapat menggunakan transportasi laut dengan rasa aman.

“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Peristiwa ini hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama agar standar keselamatan pelayaran semakin diperkuat,” pungkasnya.