Gen Z Tanah Laut Bikin Kejutan di Lomba Desain Sasirangan, Karya Juara Jadi Seragam Hari Jadi Daerah

oleh -669 Dilihat
oleh

Ayobanua.com, Pelaihari – Pekan Raya Kemerdekaan 2025 di Tanah Laut (Tala) meninggalkan kejutan manis. Siapa sangka, Lomba Desain Motif Sasirangan yang biasanya identik dengan perajin senior, justru dipenuhi sentuhan segar dari generasi muda. Bahkan, banyak peserta masih duduk di bangku SMK.

 

“Cukup mengejutkan. Ternyata Gen Z sudah mulai jatuh cinta pada sasirangan. Kreativitas mereka luar biasa segar,” ujar Ketua Dekranasda Tala, Dian Rahmat, di Halaman Pertasi Kencana, Jumat (22/8/2025) sore.

 

Menurut Dian, geliat anak muda ini menjadi sinyal positif. Tala tidak hanya menjaga warisan motif khas sasirangan, tetapi juga terus melahirkan ide-ide baru yang relevan dengan zaman. Bahkan, desain pemenang utama akan dijadikan seragam resmi peringatan Hari Jadi Kabupaten Tala ke-60 mendatang, sekaligus dipakai dalam berbagai acara penting daerah.

 

“Lomba ini bukan hanya mencari karya terbaik, tapi juga wadah lahirnya generasi baru perajin. Kita ingin ada regenerasi agar UMKM dan IKM sasirangan tetap berkembang,” tambahnya.

 

Tak sekadar adu motif, ajang ini juga membuka ruang eksplorasi teknik pewarnaan, termasuk dari bahan alami khas Tala. Dekranasda bersama Ekraf bahkan sudah menyiapkan program inkubasi khusus perajin muda agar kreativitas mereka bisa terus terarah dan berdaya saing.

 

“Sasirangan kita punya potensi besar bersaing di kancah nasional. Karya peserta tadi sudah jadi bukti nyata,” tegas Dian.

 

Ketua Gekrafs Tala, Aditya Agung Laksono, ikut menegaskan pentingnya ajang ini. Menurutnya, lomba yang sudah memasuki tahun kedua bukan sekadar kompetisi, melainkan juga momentum ekonomi bagi para perajin.

 

“Bisa dibilang para perajin akan ‘berhari raya’. Orderan datang silih berganti. Apalagi saat Hari Jadi Tala nanti, seluruh SKPD, 11 kecamatan, 130 desa, dan 5 kelurahan akan kompak mengenakan sasirangan hasil karya lomba. Warna boleh berbeda, tapi motifnya tetap satu,” ungkapnya.

 

Sebagai catatan, juara umum tahun ini diraih Sri Rahayu Artadeva asal Desa Martadah Baru lewat karyanya berjudul Pandan Laut di Sepanjang Pantai – sebuah desain yang merepresentasikan kekayaan alam pesisir Tanah Laut dalam balutan kain tradisi.