DP3AP2KB Tala Dampingi Ibu Hamil Viral di Bati-Bati, Persalinan Berjalan Lancar

oleh -450 Dilihat
oleh
DP3AP2KB
Kepala DP3AP2KB Tanah Laut Maria Ulfah saat mengunjungi ibu hamil yang viral di Kecamatan Bati-Bati setelah mendapat perawatan di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

Ayobanua.com, Pelaihari – Kepedulian terhadap perempuan rentan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Seorang ibu berinisial R di Kecamatan Bati-Bati yang sempat viral di media sosial karena tetap memulung saat hamil besar kini telah mendapatkan pendampingan intensif.

Ibu tersebut diketahui hidup dalam kondisi memprihatinkan bersama tiga anaknya. Untuk bertahan hidup, ia memulung sekaligus berjualan menggunakan sepeda demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena kondisi kehamilan R yang tidak diketahui secara jelas pihak yang bertanggung jawab. Menindaklanjuti hal tersebut, DP3AP2KB Tanah Laut melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta Dinas Sosial Tanah Laut.

Kepala DP3AP2KB Tala, Maria Ulfah, mengatakan pihaknya segera membawa R ke RSUD Hadji Boejasin untuk mendapatkan penanganan medis.

“Mengetahui hal itu, kami langsung membawa yang bersangkutan ke RSUD Hadji Boejasin untuk mendapatkan penanganan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Proses persalinan yang berlangsung pada Minggu lalu berjalan lancar. R melahirkan seorang bayi laki-laki dalam kondisi selamat.

Tidak hanya membantu persalinan, DP3AP2KB Tala bersama pihak rumah sakit juga memberikan layanan keluarga berencana berupa Metode Operasi Wanita (MOW), mengingat bayi tersebut merupakan anak keempat.

Selain itu, bantuan sosial juga disalurkan berupa paket sembako, susu, perlengkapan ibu dan bayi, hingga santunan pasca persalinan.

Saat ini, ibu dan bayi masih menjalani perawatan di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari di bawah pengawasan tenaga medis.

Maria menegaskan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam melindungi perempuan dan anak, khususnya yang berada dalam kondisi rentan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan kasus serupa.

“Apabila warga mengetahui, melihat maupun mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, agar segera menghubungi layanan darurat Raza Lakas 112,” tutupnya.